Sebuah bioskop yang memutar film porno di kota Peshawar, Pakistan, digranat orang tidak dikenal pada Selasa waktu setempat. Sebanyak 12 orang tewas, puluhan lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Di sisa-sisa ledakan, tercecer potongan-potongan tubuh manusia, sepatu, topi dan kondom bersimbah darah. Salah satu korban, Akbar Khan, 62, tertembus pecahan granat di tangan dan paha kirinya. Saat itu, Khan mengaku tengah asyik menonton film panas.
Menurut laporan kepala polisi Peshawar, seperti dikutip News.com.au, ada tiga granat yang dilemparkan ke tengah-tengah 80 penonton di dalam bioskop Shama itu. Selain 12 orang tewas -dua di antaranya warga Afganistan- sebanyak 24 orang lainnya terluka.
"Pecahan besi panas tembus lengan kanan, dan kaki saya sepertinya ditembus bola bearing," kata Khan.
Ini adalah serangan kedua dalam dua pekan terakhir ini di bioskop Peshawar. Bioskop Shama sendiri telah berdiri lebih dari 30 tahun dan memang khusus menayangkan film-film panas.
Insiden ini terjadi di tengah upaya damai antara pemerintah Pakistan dan militan Taliban. Kedua pihak menyatakan gencatan senjata selama proses perundingan untuk mengakhiri pertempuran selama tujuh tahun berlangsung.
Taliban Pakistan (TPP) membantah terlibat dalam penyerangan ke bioskop tersebut. Ada dugaan, serangan itu dilakukan oleh sempalan Taliban yang memisahkan diri.(vivanews).
Di sisa-sisa ledakan, tercecer potongan-potongan tubuh manusia, sepatu, topi dan kondom bersimbah darah. Salah satu korban, Akbar Khan, 62, tertembus pecahan granat di tangan dan paha kirinya. Saat itu, Khan mengaku tengah asyik menonton film panas.
Menurut laporan kepala polisi Peshawar, seperti dikutip News.com.au, ada tiga granat yang dilemparkan ke tengah-tengah 80 penonton di dalam bioskop Shama itu. Selain 12 orang tewas -dua di antaranya warga Afganistan- sebanyak 24 orang lainnya terluka.
"Pecahan besi panas tembus lengan kanan, dan kaki saya sepertinya ditembus bola bearing," kata Khan.
Ini adalah serangan kedua dalam dua pekan terakhir ini di bioskop Peshawar. Bioskop Shama sendiri telah berdiri lebih dari 30 tahun dan memang khusus menayangkan film-film panas.
Insiden ini terjadi di tengah upaya damai antara pemerintah Pakistan dan militan Taliban. Kedua pihak menyatakan gencatan senjata selama proses perundingan untuk mengakhiri pertempuran selama tujuh tahun berlangsung.
Taliban Pakistan (TPP) membantah terlibat dalam penyerangan ke bioskop tersebut. Ada dugaan, serangan itu dilakukan oleh sempalan Taliban yang memisahkan diri.(vivanews).
